Selasa, 27 Desember 2016

Ditanya Suku Apa? Jawabnya, Suku Duri

Sebagaimana pengalaman kita bersama selaku warga karungan yang mungkin pernah mengalami saat ditanya oleh orang lain mengenai dari mana suku kita berasal dan suku apa yang kita warisi dan tulis dalam kolom suku ketika ada formulir mengenai identitas diri.

Sebagai generasi suku Duri maka sudah menjadi tugas dan peran kita untuk terus mensosialisasikan keberadaan salah satu Suku yang berasal dari Enrekang Sulawesi Selatan agar Suku Duri juga populer dan diakui keberadaannya di Indonesia serta tidak dianggap sebagai bagian dari Suku Bugis karena Suku Duri punya adat dan budaya tersendiri serta bahasa yang berbeda penyebutannya.

Bukan rahasia lagi jika masih banyak kalangan dari etnis lain yang belum mengetahui keberadaan Suku Duri dan justru mengira bahwa Suku Duri merupakan bagian dari Suku Bugis yang ada di Sulawesi Selatan sehingga sebagai Suku Duri yang berdomisili atau tinggal di karungan kita harus mengatakan bahwa Suku Duri bukan bagian dari Suku Bugis karena Duri punya adat dan budaya tersendiri serta bahasa yang tidak sama.

Kamis, 22 Desember 2016

Jembatan RT.15 dan RT.14 Butuh Rp 1 Miliar?

"Anggaran Jembatan Rp 1.000.000.000.
JEMBATAN PENGHUBUNG DUA RT, DI PERBAIKI menggunakan DANA GOTONG ROYONG MASYARAKAT SEKITAR. Jembatan tersebut menghubungkan, 2 Masjid, 1 sekolah dan 1 kuburan. SILAHKAN YANG INGIN BERPARTISIFASI...DI TARAKAN TIMUR," info dari akun Awal, 23/12.

Gotong Royong Bangun Jembatan 15-14

Beginilah suasana gotong royong warga Karungan Bawah di RT.15 dan RT.14 saat bahu membahu bangun jembatan yang dibangun secara swadaya. Jembatan yang sudah lama teramcam ambruk ini berpotensi membahayakan nyawa manusia jika tidak segera diperbaiki, terlebih saat ada warga yang meninggal dunia dan banyak keluarga yang mengantar jenazah menuju pemakaman melalui jembatan di RT. 15 dan RT.14 ini, maka saat itulah jembatan akan memikul beban yang sangat besar.

Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan maka Tokoh Masyarakat dan warga sekitar berinisiatif untuk segera memperbaiki jembatan dengan bergotong royong tanpa harus berlama-lama mengharap bantuan sepenuhnya dari Pemerintah Kota mengingat bantuan yang sudah lama diharapkan tak kunjung ada.

Foto: Akun FB Rahmin Arsyad, 23/12/16

Terima Kasih Atas Kunjungannya

Atas nama warga Karungan admin turut mengucapkan terima kasih atas kerjasamanya mempopulerkan Air Terjun Karungan sehingga bisa mendorong minat warga di luar Karungan untuk datang berkunjung menikmati suasana Air Terjun Karungan.

Kalau bukan kita, siapa lagi yang bisa diharap untuk mempopulerkan obyek wisata yang ada di Kota Tarakan. Kalau bukan dimulai dari sekarang, kapan lagi kita punya kesempatan untuk memulainya. Terus jaga kebersihan dan keindahan wisata Air Terjun Karungan, semoga dapat memberi manfaat bagi siapa pun yang berkunjung.

Rabu, 21 Desember 2016

Wisata Air Terjun Karungan

Air Terjun Karungan merupakan satu dari sekian wisata alam yang ada di Kota Tarakan. Di tahun 2016 debit air yang mengalir sudah berkurang dan tidak seperti seperti pada tahun 1990an. Namun, kondisi di area Wisata Air Terjun Karungan kini mulai banyak perubahan ke arah yang lebih baik seperti akses jalan, tempat santai dan dinding penahan longsor.

Semoga Wisata Air Terjun yang mungkin satu-satunya di Kota Tarakan ini terus menerus mendapat perhatian dari Pemerintah Kota khususnya Dinas terkait dalam hal pengelolaannya sehingga pengunjung yang datang juga mengalami peningkatan.

Untuk bisa mencapai tempat ini dibutuhkan waktu lebih kurang 20-25 menit dari Pusat Kota (Markoni) melewati Kampung 4, Simpang Amal, Mamburungan dan naik ke Karungan. Untuk lebih jelasnya bisa bertanya kepada warga yang ditemui duduk di warung-warung pinggir jalan.

Tidak lupa, melalui postingan ini admin berpesan kepada setiap pengunjung yang datang agar senantiasa menjaga kebersihan Wisata Air Terjun Karungan agar selalu terlihat indah dan nyaman dipandang mata.

Kamis, 15 Desember 2016

Revisi Jadual Bagian Konsumsi Jembatan 14

Melalui akun facebook Rahmin Arsyad pada 16/12/2016 terdapat perubahan isi jadual bagi Ibu-ibu yang menangani konsumsi untuk Pembangunan Jembatan Beton menuju Pemakaman di RT.14 (Jembatan 14).

Hal tersebut dilakukan untuk mengakomodir sejumlah Ibu-ibu yang namanya belum tercantum dalam jadual bagian penanganan konsumsi sebelumnya. Semoga partisipasi Ibu-ibu sekalian mendapat pahala yang setimpal dari Allah SWT. Aamiin

Rabu, 14 Desember 2016

Gotong Royong Bangun Jembatan RT.15 RT.14 Menuju Makam

Warga Karungan Bawah lingkup RT.15 dan RT.14 dan RT.15 Swadaya membangun jembatan menuju makam. Ini merupakan cara tercepat yang bisa dilakukan masyarakat agar jembatan yang kondisinya sudah parah bisa kembali layak dan aman untuk dilewati.

Rencana Swadaya itu terlihat dari jadual para Ibu untuk membuat konsumsi mulai dari senin sampai dengan minggu secara aktif menyediakan konsumsi bagi para tukang dan warga lain yang ikut bekerja membangun jembatan muncul di postingan akun Rahmin Arsyad.

Semoga dengan adanya Swadaya ini jembatan menuju makam bisa segera terbangun dan kepada unsur Pemerintah Kota Tarakan yang baca postingan ini kiranya bisa sedikit memberikan bantuan guna mempercepat pembangunan jempatan tersebut.