Tampilkan postingan dengan label Karungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Karungan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 12 Agustus 2017

Peti Fiber Buatan Warga Karungan Bawah RT.15

Di Karungan Bawah RT.15 Kelurahan Mamburungan, Kecamatan Tarakan Timur, Kota Tarakan terdapat Home Industri yang dapat memproduksi Peti Fiber dengan berbagai ukuran dan warna.

Sejumlah Peti Fiber yang dibuat  disesuaikan dengan pesanan konsumen. Peti Fiber dibuat setelah ada konsumen yang melakukan pemesanan sehingga Peti Fiber yang dibuat tidak ada yang menganggur.

Peti Fiber ini sangat cocok untuk para Petambak, Nelayan dan Para Pembeli Udang, namun kebanyakan yang melakukan pemesanan selama ini adalah para petambak karena Peti Fiber yang dipesan ukurannya relatif besar dan berat untuk disimpan di rumah tambak sehingga tidak gampang dicuri orang.

Untuk informasi dan pemesanan bisa menghubungi nomor kontak Bapaknya Dayat di 081350144373

Jumat, 11 Agustus 2017

Parang Buatan Warga Karungan Lappah

Parang bagi sebagian besar Warga di Karungan merupakan peralatan yang wajib dimiliki di rumah. Nah, untuk warga di luar Karungan, jika kebetulan ada yang jalan-jalan ke  Karungan khususnya bagian Lappah atau Karungan Lappah, tidak ada salahnya menyempatkan waktu untuk mampir sejenak di RT.10 tempat Pembuatan Parang.

Sejumlah parang yang dibuat bisa dilihat pada gambar di bawah. Selain model tersebut, kita juga bisa pesan sesuai dengan model dan ukuran yang kita inginkan. Mengenai harga bisa dibicarakan di tempat. Tentunya dengan nego tipis supaya pembuatnya tidak rugi.

Mengenai besinya, Pembuat Parang (Pande Bassi) an: Yahdi (Bp. Taqwil) membuatnya dari Besi Bar Sengso/Chain Shaw, Per Mobil dan Lahar.

Rabu, 24 Mei 2017

Wisuda 43 Murid Angkatan 29 TK Daarussalam Hidayatullah Karungan

Kebahagiaan terpancar dari wajah para siswa/i TK Daarussalam Hidayatullah Karungan beserta orangtua dan guru yang hadir pada acara Wisuda kelulusan, Rabu 23/05/2017 di Pelataran Sekolah TK Daarussalam Hidayatullah Karungan.

Nur Afni salah satu guru yang mengajar di TK Daarussalaam Hidayatullah Karungan menyebutkan bahwa jumlah murid semuanya ada 73 orang dan yang di wisuda sebanyak 43 (Laki 27 dan Perempuan 16). Lebih lanjut Afni mengatakan bahwa tiap tahun jumlah murid yang mendaftar trennya meningkat. Alhamdulillah.

Meski dengan fasilitas yang masih terbatas, TK Daarussalam Hidayatullah Karungan tidak kekurangan murid, bahkan ada peningkatan tiap tahunnya. TK Daarussalam Hidayatullah Karungan berterima kasih kepada masyarakat yang telah memberikan kepercayaan kepada guru-guru untuk anaknya dididik di Sekolah TK Daarussalam Hidayatullah Karungan.

Peningkatan dan Kemajuan yang dialami TK Daarussalaam Hidayatullah Karungan, menurut Nur Afni, tidak terlepas dari peran serta sejumlah pihak yang turut andil ikut membesarkan TK Daarussalam Hidayatullah Karungan, mulai dari orangtua murid, warga sekitar, Tokoh Masyarakat dan Kelurahan Mamburungan Timur.

TK Daarussalaam Hidayatullah Karungan terbilang unik karena tidak mempermasalahkan murid yang menunggak pembayaran sekolahnya. Orientasi yang dikedepankan oleh TK Daarussalam Hidayatullah Karungan menurut Nur Afni adalah sisi kemanusiaan, karena setiap anak berhak memperoleh pendidikan. Dari sejumlah murid yang menunggak pembayarannya tetap dididik, disekolahkan dan diperlakukan sama dengan murid lainnya.

Saat disinggung soal honor, Nur Afni hanya mengatakan bahwa mengajar di TK Daarussalam Hidayatullah Karungan ini kita Ikhlas, ada atau tidak ada honor tetap mengajar karena kadang sampai 6 bulan baru ada honor. "Kami hanya ingin agar perjuangan ini menjadi catatan amal baik untuk bekal di akhirat kelak," tegas Nur Afni.

Meski dengan fasilitas yang ada sekarang, orangtua murid tidak kecewa untuk menyekolahkan anaknya di TK Daarussalaam Hidayatullah Karungan. Seperti yang diutarakan Ibu Masyita (Akun FB: Eta TheCute). "Alhamdulillaaah banyak pelajaran yang dia tau,,mulai anak pertama saya masukkan di TK darussalaam alhamdulillah tidak mengecewakan,,terutama di bidang ilmu agama,,hafalan Alqur'annya bxk," ujar Masyita yang akrab dipanggil Sita via medsos, 23/05/17.

Sita sangat bersyukur menyekolahkan anaknya di TK Daarussalam Hidayatullah Karungan. Sebab, dua anaknya yang sudah lulus sebelumnya selalu mendapat prestasi yang baik di Sekolah MI dan MTS Al-Fatah. Harapan Sita untuk TK Daarussalam Hidayatullah Karungan, "Semoga kedepannya semakin bagus dalam segala hal,,lebih berkreasi dan lebih kreatif lagi,,dan semoga para org tua semakin banyak yang menyekolahkan anaknya di TK Daarussalam," tegas Sita melalui akun FBny Eta TheCute, 23/05/2017 sore.

Semoga TK Daarussalam Hidayatullah Karungan terus mengalami perkembangan dan peningkatan yang lebih baik dari waktu ke waktu sehingga mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas dari sisi Intelektual ke depannya tetapi juga Cerdas Emosional dan Cerdas Spiritual.

Sabtu, 13 Mei 2017

Karungan Lappah Dilanda Banjir Terparah

Sepanjang tahun berjalan baru kali ini Karungan Lappah dilanda banjir terparah. Sejumlah rumah yang selama banjir terjadi tidak pernah digenangi air, kali ini ikut terendam. Warga yang rumahnya terendam banjir hanya bisa pasrah sambil menyelamatkan isi rumah dari genangan banjir.

Atas kejadian banjir tersebut, sejumlah warga yang bermukim di Karungan Lappah mengeluhkan kondisi aliran air yang dinilai sempit menuju ke Laut, sementara Karungan Lappah yang posisinya berada di tengah lembah antara kampung Ujung, Angin-angin, Gardu dan Lapangan yang setiap hujan "mengirim" air sehingga mengakibatkan Karungan Lappah Kebanjiran.

Banjir juga mengundang prihatin Netizen. Salah satunya Taufik Muhammad. Melalui akun pesbuknya ia mengunggah foto genangan banjir di grup pesbuk Forum Warga Karungan Tarakan dengan menuliskan, "Ini masalah serius yg harus ditangani segera,  baru brpa jam saja banjir (01.00-05.00) udah masuk kerumah2 warga."

Akun pesbuk lain bernama Mardha Ummu Hasan juga membuat postingan di berandanya dengan tulisan, "Saya lahir disini sd berpuluh2 tahun baru kali ini banjir melanda sangat parah untung rumah kami rumah panggung jd gak kena tp anak ma keluarga yg tggal dikolom kena #sedih..."

Kemudian akun pesbuk bernama Raju yang juga korban banjir membuat status di beranda pesbuknya dengan postingan, "Banjir kali ini luar biasa, baru kali ini banjir masuk kedalam rumah."

Semoga kejadian banjir terparah ini dapat menggugah para Dewan di DPRD Kota Tarakan dan Pemerintah Kota Tarakan untuk segera memberikan solusi, terutama untuk melakukan pelebaran dan pendalaman sungai menuju ke Laut.

Lapangan Futsal Karungan Yang Diimpikan

Tingginya animo warga Karungan untuk bermain Futsal masih belum seimbang dengan kondisi Lapangan Futsal yang tersedia.

Para Pecinta Futsal sangat berharap agar Lapangan Futsal yang sudah ada bisa ditingkatkan kondisinya menjadi lebih baik.

Langkah tercepat yang bisa ditempuh dalam waktu dekat karena dianggap mendesak adalah melakukan perbaikan Lantai.

Upaya untuk melakukan perbaikan lantai ditempuh dengan cara swadaya yang kemudian pengerjaannya dilakukan dengan gotong royong.

Sejumlah dana sudah terkumpul melaui Ketua Forwaka Tarakan, Iksan. Rencananya dana tersebut akan dibelikan semen, pasir, cat, dll.

Atas upaya yang dilakukan para Pecinta Futsal di Karungan, semoga ada perhatian dari Pemerintah, Pemprov, Pemkot dan Perusahaan Migas di Tarakan untuk membantu mewujudkan Lapangan Futsal yang diimpikan Pecinta Futsal Karungan.

Foto: Google

Selasa, 09 Mei 2017

Lapangan Futsal Karungan Lappah Butuh LAP

Lapangan Futsal Karungan Lappah Butuh LAP (Lampu, Atap dan Pagar). Lampu dan Atap sangat mendesak dibutuhkan. Hal itu terlihat dari kondisi Lapangan Futsal Karungan Lappah yang tidak bisa digunakan pada malam hari dan pada saat hujan turun, sementara minat warga Karungan Lappah untuk bermain Futsal terbilang tinggi.

Untuk kebutuhan Pagar masuk pada skala prioritas yang ke tiga setelah Lampu dan Atap mengingat Lampu dan Atap harus didahulukan agar warga bisa menggunakan Lapangan Futsal pada malam hari dan pada musim hujan. Setelah itu, Pagar merupakan kebutuhan berikutnya yang juga tidak kalah penting untuk dibangun mengingat posisi Lapangan Futsal berada di sisi Jalan umum dan persih berada di depan Kantor Kelurahan.

Peningkatan Sarana dan Prasarana Olah Raga di Karungan sudah seharusnya menjadi Perhatian Pemerintah melalui Dinas terkait berhubung jumlah remaja dan orang dewasa terus bertambah di Karungan, ditambah lagi banyaknya peminat olahraga seperti Futsal, Sepak Bola dan Volly menjadikan Karungan sebagai salah satu perkampungan di Tarakan yang memiliki peminat Olah Raga cukup tinggi.

Fenomena tingginya peminat Olah Raga seperti Futsal, Sepak Bola dan Volly di Karungan seharusnya disambut baik oleh Pemerintah Kota Tarakan mengingat bahaya Narkoba di Tarakan sudah masuk dalam kategori menghawatirkan. Sehingga, dengan mendorong warga untuk cinta terhadap Olah Raga sesuai dengan kemampuannya masing-masing diharapkan mampu mencegah warga Karungan untuk terlibat dalam penggunaan barang haram tersebut.

Untuk mendorong warga cinta terhadap Olah Raga seperti Futsal, Sepak Bola dan Volly yang peminatnya terbilang tinggi di Karingan, tentunya Pemerintah Kota Tarakan harus memberi dukungan penuh terhadap peningkatan Fasilitas Olah Raga tersebut. Apabila Pemkot Tarakan tidak bisa sepenuhnya memberikan dukungan, sebaiknya Pemkot Tarakan mengajak sejumlah pihak untuk ikut berpartisipasi dalam peningkatan Sarana dan Prasarana Olah Raga yang peminatnya tinggi di Karungan dan melakukan pendampingan terhadap sejumlah pemain muda yang punya potensi untuk dijadikan Atlet di bidangnya masing-masing.

Jumat, 05 Mei 2017

Jembatan Swadaya 14-15 Habiskan 1,5 Milyar

Untuk mengerjakan suatu jembatan lazimnya dikerjakan oleh Kontraktor dari hasil tender yang dananya disediakan Pemerintah dan Pemerintah Kota.

Uniknya, di Karungan Bawah tepatnya di perbatasan RT.14 dan RT.15 Pembangunan Jembatan dikerjakan dengan gotong royong dari dana dan bahan hasil Swadaya Masyarakat.

Untuk merampungkan pengerjaan Jembatan Swadaya 14-15 di Karungan Bawah ini awalnya diprediksi akan menghabiskan dana Satu Milyar.

Namun, seiring berjalannya waktu, masyarakat yang bekerja dengan gotong royong dari waktu ke waktu, perlahan mengerjakan tiang, pasak, siring jalan, penimbunan, pengecoran lantai dan sebagainya kemudian diakumulasi penggunaan bahannya dan dikonversi ke rupiah, angkanya mencapai Satu Setengah Milyar Rupiah.

Semangat gotong goyong dan swadaya masyarakat dalam membangun Jembatan Swadaya 14-15 ini harusnya bisa menggugah dan menjadi perhatian serius Pemerintah bahwa di jaman yang serba sulit sekarang ini ternyata masih ada masyarakat yang bersedia untuk melakukan gotong royong dan swadaya untuk membangun Tarakan menjadi lebih baik.

Pemerintah Kota Tarakan setelah melihat keberhasilan Pembangunan Jembatan Swadaya 14-15 ini harusnya mulai berpikir untuk bisa lebih aktif menggerakkan instansi terkait untuk turut serta berkontribusi pada setiap pembangunan fasilitas umum yang dibangun oleh masyarakat secara gotong royong dan swadaya.

Mulai dari tingkat Lurah sampai pada tingkat Kota harus dibuatkan jadual rutin agar ikut membaur di tengah masyarakat untuk membersihkan jalan atau memperbaiki jalan rusak sehingga tidak hanya mengandalkan tender, tender dan tender yang dananya sangat terbatas. Kalau saja Jembatan Swadaya 14-15 bisa dibangun secara gotong royong dan Swadaya, tentu hal yang lebih kecil dari itu bisa dikerjakan bersama.

Kamis, 04 Mei 2017

Peserta Latsitarda XXXVII Perbaiki Jalan RT 7 Karungan

Kegiatan Peserta Latsitarda XXXVII Tarakan saat melakukan perbaikan jalan warga di RT 7 Karungan, Tarakan Timur, 3/04/2017. Perbaikan tersebut dilakukan dengan semenisasi dan pengerukan parit di sisi jalan untuk memudahkan aliran air saat hujan.

Kehadiran peserta Lataitarda XXXVII Tarakan di Karungan ini sangat membantu dan meringankan beban pengerjaan perbaikan Jalan Warga yang sudah lama diharapkan perbaikannya.

Warga Karungan khususnya yang ada di RT 7 mengucapkan terima kasih kepada Peserta Latsitarda XXXVII yang sudah berpartisipasi dan berkontribusi terhadap perbaikan jalan tersebut. 

Semoga amal baik Peserta Latsitarda XXXVII beserta sejumlah pihak yang terlibat mendapat ganjaran Pahala yang setimpal di sisi Allah SWT.

Rabu, 03 Mei 2017

Peserta Latsitarda XXXVII Tanam Padi

Sejumlah Peserta Latsitarda XXXVII Kaltara melakukan penanaman Padi di Karungan Bawah bersama warga sekitar. Penanaman padi ini dilakukan sebagai bagian dari kegiatan Kurikulum Pendidikan Latsitarda XXXVII Kaltara.

Atas kegiatan ini Masyarakat Karungan mengucapkan terima kasih atas kontribusi semua pihak yang sudah ikut dalam penanaman padi di Sawah Karungan Bawah khususnya Kepada Peserta Latsitarda.

Semoga kontribusi yang diberikan dalam kegiatan penanaman padi ini mendapatkan pahala dari Allah SWT dan memberi manfaat bagi Warga Karungan dan Tarakan serta Kaltara. Foto: Akun Sinyo Ende, 4/5/17

Sabtu, 25 Maret 2017

Lappah Berpotensi Jadi Ibu Kota Kecamatan Karungan

Melihat perkembangan pembangunan di Wilayah Karungan tidak sepesat perkembangan di wilayah lainnya yang ada di Kota Tarakan, sehingga dipandang perlu untuk memikirkan pembembentukan sejumlah RT, sejumlah RW, kemudian naik lagi satu tingkat di atasnya adalah sejumlah Kelurahan.

Setelah sejumlah Kelurahan dibentuk dan memenuhi syarat teknis dan administratif, tentu langkah terakhir adalah membentuk Karungan sebagai satu Kecamatan tersendiri dan menempatkan Lappah sebagai pusat Ibu Kota Kecamatan Karungan.

Lappah cukup strategis sebagai Ibu Kota Kecamatan karena secara geografis letaknya berada di tengah antara Taman Mini, Gardu, Lokasi, Angin-angin, Kampung Bugis dan Tanjung Pasir, Ujung, Loppon dan Belah (Karungan Bawah).

Nama-nama di atas tentunya bukan nama yang asing di telinga warga karungan yang sudah lama bermukim dan banyak melahirkan keturunan di Karungan, kecuali generasi baru dan sejumlah keluarga yang belakangan datang ke Karungan tentunya nama-nama di atas masih asing bagi mereka sehingga sosialiasi terhadap nama-nama wilayah di Karungan tersebut dipandang penting untuk diperdengarkan atau disosialisasikan.

Membentuk satu Kecamatan tentunya bukan perkara mudah karena memerlukan bayak energi, watu dan perlu proses perjuangan panjang agar syarat teknis, administratif dan luas wilayah terpenuhi. Namun, tidak ada salahnya bila gagasan yang baik itu sering didengung-dengungkan, apalagi kalau menyangkut percepatan perkembangan pembangunan infrastruktur, sarana dan prasarana publik serta peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia.

Inilah wacana yang perlu terus dibicarakan dalam internal Forum Warga Karungan Tarakan sehingga muncul gagasan lain yang sifatnya konstruktif dan mengedepankan solutif terhadap sejumlah persoalan di Karungan yang ke depannya tentu kian hari akan semakin Kompleks seiring dengan perubahan jaman serta kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.

(Inisiator Forwaka Tarakan, 26/03/2017)

KWT Agro Wisata Karungan Siap Panen

Untuk memenuhi kebutuhan sayur di dapur sebetulnya tidak harus beli, asalkan kita punya lahan atau bila tidak punya lahan memadai bisa membuat dari Polybag sebagai media untuk menanam.

Kebutuhan sayur di dapur harusnya selalu ada disetiap waktu makan 3 kali dalam sehari karena selain sebagai bagian dari pelengkap menu makanan, sayur juga sangat baik bagi kesehatan dan memang sangat dianjurkan oleh dokter spesialis gizi (hasil konsultasi).

Tanaman sayur yang hanya untuk kebutuhan beberapa orang tentunya bisa dikerjakan sendiri. Namun, jika kebutuhannya untuk dijual tentunya bisa dikerjakan sendiri tetapi cukup menguras energi, apalagi bila dikerjakan oleh kaum hawa, tentunya butuh kolaborasi.

Entah dari pertimbangan mana sehingga sejumlah kaum hawa di Karungan Gardu membentuk KWT Agro Wisata Karungan sebagai wadah berkumpul untuk menggarap sebidang lahan dengan luas tertentu untuk ditanami sayur-sayuran, dan hasil pantauan forwaka-tarakan.com di grup Forwaka Tarakan, 25/03/17, kabarnya tidak lama lagi KWT Agro Wisata Karungan akan memanen hasil kerjanya.

Semoga KWT Agro Wisata Karungan ini bisa menjadi sumber inspirasi bagi kaum hawa lainnya untuk membentuk wadah berkumpul berupa Kelompok Wanita Tani (KWT) dan bisa memperoleh pembinaan dan pendampingan dari Dinas terkait di Kota Tarakan sehingga Wanita Tani di Karingan semakin unggul dan berdayaguna, mampu membantu menopang kebutuhan Rumah Tangga masing-masing khusus dari sektor pertanian.

Selasa, 21 Maret 2017

Kode Etik Pewarta Warga

Kode etik pewarta warga merupakan aturan baku yang harus dipatuhi oleh setiap pewarta warga dalam mencari berita, pendapat, foto maupun video kemudian menyusunnya menjadi karya pewarta warga dan menyiarkan atau mempublikasikannya melalui berbagai media massa dan jejaring sosial.

Adanya kode etik pewarta warga bertujuan untuk menjaga profesionalitas para pewarta warga dalam menghasilkan karya pewarta warga, sehingga tidak menghasilkan informasi yang menyesatkan dan membahayakan publik.

Maka demi tegaknya harkat dan martabat maupun mutu dari hasil karya para pewarta warga, maka Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI), sebagai organisasi terbesar yang mewadahi para pewarta warga di Indonesia yang didirikan pada 11 November 2007 menetapkan kode etik pewarta warga yang harus ditaati dan dilaksanakan secara konsisten.

Adapun kode etik pewarta warga meliputi:

·Pewarta warga dilarang keras menyiarkan berita yang dapat membahayakan keselamatan dan keamanan negara maupun kesatuan dan persatuan bangsa

·Pewarta warga diharamkan menyiarkan karya jurnalistik melalui media massa apapun yang bersifat cabul (pornografis), menyesatkan, bersifat fitnah ataupun memutarbalikkan fakta

·Pewarta warga tidak diperkenankan menerima imbalan yang dapat mempengaruhi obyektivitas beritanya

·Pewarta warga menjaga dan menghormati kehidupan pribadi dengan tidak menyiarkan berita-berita yang dapat merugikan nama baik seseorang atau pihak tertentu

·Pewarta warga dilarang melakukan tindakan plagiat atau mengutip hasil karya pihak lain dengan tanpa menyebutkan sumbernya. Apabila kenyataannya nama maupun identitas sumber berita tidak dicantumkan, maka segala tanggung jawab ada pada pewarta warga yang bersangkutan

·Pewarta warga diwajibkan menempuh cara yang sopan dan terhormat dalam memperoleh bahan karya jurnalistik, tanpa paksaan ataupun menyadap berita dengan tanpa sepengetahuan yang bersangkutan

·Pewarta warga diwajibkan mencabut atau meralat setiap pemberitaan yang ternyata tidak akurat, dan memberikan kesempatan kepada yang bersangkutan untuk memberikan kesempatan hak jawab

·Dalam memberitakan peristiwa yang berkaitan dengan proses hukum atau diduga menyangkut pelanggaran hukum, pewarta warga harus selalu menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah, dengan prinsip jujur, dan menyajikan berita secara berimbang.

·Pewarta warga harus berusaha semaksimal mungkin dalam pemberitaan kejahatan susila (asusila) agar tidak merugikan pihak korban.

·Pewarta warga menghormati dan menjunjung tinggi ketentuan embargo untuk tidak menyiarkan informasi yang oleh sumber berita telah dinyatakan sebagai bahan berita yang “off the record”.

Kode etik pewarta warga, pada hakikatnya dimaksudkan sebagai panduan bagi setiap aktivis jurnalisme warga agar bekerja juga secara profesional. Adanya kode etik tersebut bukan bermaksud memberikan pembatasan atas hak-hak individu anggota PPWI dan masyarakat umum dalam menyampaikan aspirasi dan informasi ke ruang publik.

Oleh karena itu, pengawasan pelaksanaan kode etik pewarta warga dan PPWI ini seyogyanya dilaksanakan oleh masing-masing anggota pewarta warga, dan masyarakat di lingkungan sosial masing-masing. Demikian juga, sanksi atas pelanggaran kode etik pewarta warga dan PPWI ini juga lebih diserahkan kepada sistem sosial (nilai dan norma) yang berlaku di masyarakat. Namun tidak menutup kemungkinan, ke depan akan dibentuk dewan pengawas khusus kode etik pewarta warga dan PPWI yang berlaku secara nasional.

Untuk pelanggaran yang bersifat normatif, penyelesaiannya diserahkan kepada aparat penegak hukum; dan untuk hal-hal yang berkenaan dengan nilai sosial, diharapkan peran sanksi dan kontrol sosial masyarakat yang menyelesaikan. Walaupun demikian, PPWI melalui biro hukum akan senantiasa memberikan advokasi atas segala kegiatan pewarta warga, termasuk perlindungan hukum dan sosial.

Sumber: kompasiana.com, 22/03/17

Mau Masuk Karang Taruna? Baca ini!

Mengenai Karang Taruna Bisa Dibaca Dalam Peraturan Daerah Kota Tarakan Nomor 5 Tahun 2013 tentang Lembaga Kemasyarakatan

Pembentukan
Pasal 36
(1) Di Kelurahan dapat dibentuk Karang Taruna sebagai bagian dari Lembaga Kemasyarakatan.
(2) Pembentukan Karang Taruna sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
dilakukan atas prakarsa masyarakat melalui musyawarah dan mufakat.

Pasal 37
Ketentuan mengenai Pembentukan Karang Taruna di Kecamatan dan Kota
di atur sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Pasal 38
Tujuan Karang Taruna adalah:
a. terwujudnya pertumbuhan dan perkembangan kesadaran tanggung
jawab sosial setiap generasi muda warga Karang Taruna dalam mencegah, menangkal, menanggulangi, dan mengantisipasi berbagai masalah sosial;
b. terbentuknya jiwa dan semangat kejuangan generasi muda yang
terampil dan berkepribadian dan berpengetahuan;
c. tumbuhnya potensi dan kemampuan generasi muda dalam rangka
mengembangkan keberdayaan warga Karang Taruna;
d. termotivasinya setiap generasi muda Karang Taruna untuk mampu menjalin toleransi dan menjadi perekat persatuan dalam keberagaman kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara;
e. terjalinnya kerjasama antara generasi warga Karang Taruna dalam rangka mewujudkan taraf kesejahteraan sosial bagi masyarakat;
f. terwujudnya kesejahteraan sosial yang semakin meningkat bagi generasi muda di Kelurahan yang memungkinkan pelaksanaan fungsi sosialnya sebagai manusia pembangunan yang mampu mengatasi masalah kesejahteraan sosial di lingkungannya;
g. terwujudnya pembangunan kesejahteraan sosial generasi muda di
Kelurahan yang dilaksanakan secara komprehensif, terpadu dan terarah serta berkesinambungan oleh Karang Taruna bersama Pemerintah Kota dan komponen masyarakat lainnya.

Pasal 39
(1) Keanggotaan Karang Taruna meliputi seluruh generasi muda dalam
lingkungan Kelurahan yang berusia 17 (tujuh belas) tahun sampai dengan 40 (empat puluh) tahun.
(2) Setiap generasi muda dalam kedudukannya sebagai warga Karang
Taruna mempunyai hak dan kewajiban yang sama tanpa membedakan
asal keturunan, golongan, suku dan budaya, jenis kelamin, kedudukan sosial, politik dan agama.

Pasal 40
(1) Keanggotaan Karang Taruna diatur berdasarkan aspirasi warga Karang Taruna yang bersangkutan di Kelurahan setempat.
(2) Untuk memantapkan komunikasi, kerjasama, pertukaran informasi
dan kolaborasi antar karang taruna dapat dibentuk wadah dilingkup Kecamatan dan Kota, sebagai sarana organisasi karang taruna yang pemantapannya melalui para pengurus pada setiap lingkungan
masing-masing.

Mengenai Kepengurusan Karang Taruna
Diatur pada Pasal 41, yakni untuk diangkat menjadi Pengurus Karang Taruna dipilih secara musyawarah dan mufakat oleh warga Karang Taruna yang bersangkutan dan memenuhi syarat diangkat sebagai pengurus karang taruna, yaitusebagai berikut:
a. setia dan taat kepada Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia
Tahun 1945;
b. memiliki kemauan, kemampuan dan keterampilan berorganisasi;
c. sebagai warga penduduk setempat dan bertempat tinggal tetap;
d. berumur 17 (tujuh belas) tahun sampai dengan 40 (empat puluh) tahun;
e. tidak sedang menjadi pengurus pada lembaga kemasyarakatan lainnya.
f. bukan anggota atau pengurus Partai Politik;

Pasal 42
(1) Susunan pengurus Karang Taruna dapat dibentuk sesuai dengan kebutuhan.
(2) Kepengurusan Karang Taruna Kelurahan yang terpilih disahkan
dalam Temu Karya Kelurahan dan ditetapkan oleh Lurah;
(3) Masa bakti pengurus Karang Taruna di Kelurahan selama 3 (tiga) tahun terhitung sejak keputusan pengangkatan dan dapat dipilih kembali untuk periode berikutnya.

Selanjutnya bisa dilihat dalam Peraturan terkait

Rabu, 01 Maret 2017

Empat Kompetensi Guru Berdasarkan UU No.14 Thn 2015

Berdasarkan Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, pada Pasal 10 Ayat (1) mengatakan bahwa “kompetensi guru meliputi kompotensi pedagogik, kompotensi kepribadian, kompotensi sosial, dan kompotensi profesional yang diproleh melalui pendidikan profesi”.

Kompetensi pedagogik adalah kemampuan pemahaman terhadap peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya.

Kompetensi kepribadian adalah kemampuan personal yang mencerminkan kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif dan berwibawa, menjadi teladan bagi peserta didik, dan berakhlak mulia.

Kompetensi sosial adalah kemampuan guru untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik, tenaga kependidikan, orang tua/wali peserta didik, dan masyarakat sekitar.

Kompetensi profesional adalah penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam, yang mencakup penguasaan materi kurikulum mata pelajaran di sekolah dan substansi keilmuan yang menaungi materinya, serta penguasaan terhadap struktur dan metodologi keilmuannya.

Daun Sirsak Bisa Jadi Pengendali Hama Penyerang Daun dan Pucuk

Daun Sirsak atau daun Serekaya bisa difungsikan sebagai Pestisida Nabati yang dapat mengendalikan Hama Trip atau hama penyerang daun dan pucuk pada tanamam Cabai dan lainnya.

Bahan:
Daun Sirsak, Sabun Colek, Air Bersih

Cara pembuatannya pun terbilang sederhana. Pilih daun Sirsak yang tidak terlalu tua dan tidak pula terlalu muda sebanyak 100 lembar. Tumbuk sampai hancur kemudian masukkan ke dalam botol yang berisi air 500 ml. Lalu masukkan sabun colek sebanyak 1 sendok teh atau sendok kecil lalu dikocok supaya menyatu.

Terakhir, diamkan selama 24 jam di tempat yang teduh tidak terkena sinar mata hari. Setelah 24 jam  didiamkan, saring terlebih dahulu sehingga ampas Daun Sirsak terpisah dengan cairan yang akan digunakan.

Takaran dan Penggunaan:
Gunakan perbandingan 1 : 10. Jika 1 liter larutan campuran daun sirsak, maka air bersihnya 10 liter. Cara penggunaannya adalah dengan cara disemprotkan ke daun tanaman secara merata secara berkelanjutan agar Tanaman bebas dari hama penyerang daun dan pucuk.

Sumber: Info Tani, TVRI Jogjakarta

Kamis, 09 Februari 2017

Dinas Pertanian dan Warga Karungan Gotong Royong

Dinas Pertanian Tarakan beserta sejumlah warga karungan gotong royong menggarap lahan kebun untuk ditanami tanaman hortikultura di Karungan, 10/02/17.

Kegiatan seperti ini (gotong royong) tentunya sangat penting untuk terus dibudayakan terutama keterlibatan secara aktif dari unsur pemerintah untuk mendampingi warga dalam menggarap lahan kebun milik warga dengan pemanfaatan ruang kosong sehingga dapat mengurangi lahan 'tidur'.
Foto: Forwaka, 10/02

Kamis, 22 Desember 2016

Gotong Royong Bangun Jembatan 15-14

Beginilah suasana gotong royong warga Karungan Bawah di RT.15 dan RT.14 saat bahu membahu bangun jembatan yang dibangun secara swadaya. Jembatan yang sudah lama teramcam ambruk ini berpotensi membahayakan nyawa manusia jika tidak segera diperbaiki, terlebih saat ada warga yang meninggal dunia dan banyak keluarga yang mengantar jenazah menuju pemakaman melalui jembatan di RT. 15 dan RT.14 ini, maka saat itulah jembatan akan memikul beban yang sangat besar.

Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan maka Tokoh Masyarakat dan warga sekitar berinisiatif untuk segera memperbaiki jembatan dengan bergotong royong tanpa harus berlama-lama mengharap bantuan sepenuhnya dari Pemerintah Kota mengingat bantuan yang sudah lama diharapkan tak kunjung ada.

Foto: Akun FB Rahmin Arsyad, 23/12/16

Minggu, 11 Desember 2016

SMK Al Fatah Putri

Penampakan SMK Al Fatah Putri. Informasi lebih jelas bisa menghubungi nomor Kontak di 081253804285. Untuk foto-foto Gedung SMK Al Fatah Putri bisa dicari melalui Google.com dengan mengetik kata kunci "SMK AL FATAH PUTRI KARUNGAN"

Dengan adanya Gedung SMK ini diharapkan siswa Lulusan SLTP atau sederajat yang tinggal di wilayah Karungan jika ingin melanjutkan ke tingkat SMK tidak perlu lagi jauh-jauh mencari Sekolah sehingga akses menuju sekolah tidak terlalu jauh dari rumah.

Pemasangan Atap Dapur Asrama Putri

Proses pemasangan keranga atap dan atap Dapur Asrama Putri di sekitar SMK Al Fatah Kota Tarakan di Karungan

Dinding 10 Ruang Kelas SMK Al Fatah Terpasang

Pemasangan batako pembangunan 10 Ruang Kelas SMK Al Fatah Kota Tarakan di Karungan