Jumat, 13 Januari 2017

Debit Air Terjun Karungan Tergantung Air Hujan

Air Terjun Karungan akan semakin tampak keindahannya jika volume air yang terjun bebas dari ketinggian lebih banyak dari biasanya. Untuk mendapatkan keindahan air terjun tersebut, pengunjung harus datang pasca hujan turun.

Pasca hujan turun volume air sungai yang mengarah ke kolam air terjun akan bertambah dibanding hari cerah tanpa hujan. Seperti yang tampak pada gambar, volume air terjun lebih banyak dan lebih indah dibanding hari cerah tanpa hujan.

Semoga ada solusi terbaik yang bisa dilakukan Pemerintah Kota Tarakan dan masyarakat sekitar untuk menjadikan volume air terjun bisa lebih banyak dari yang ada pada gambar karena keindahan Wisata Air Terjun Karungan ini bertantung pada aliran air yang terjun menuju kolam.

Selasa, 10 Januari 2017

Nenek Hj. Bina Meninggal Dunia

"Innalillahi wa innailaihi rojiun. Nenek Bina meninggal Dunia..Semoga Husnul khotimah..," tulis Jelan Right di grup Facebook Keluarga dan Sepupu, 11/01/2017.

Dari foto yang diunggal Jelan R, Almarhumah sedang diturunkan dari Perahu Cepat (Speed Boat) menuju ruangan di pangkalan pendaratan Udang Post Uci, Juata Laut, Tarakan Utara.

Senin, 09 Januari 2017

Kajian Fiqih Sunnah Oleh Ustad Muh. Almi

Alhamdulillah, di Karungan rutin diadakan kajian Fiqih Sunnah pada setiap malam Selasa Ba'da magrib yang dibawakan oleh Ustad Muda asal Karungan, Ustad Muhammad Almi.

Kepada Bapak/Ibu, Saudara/i yang berminat untuk mengikuti kegiatan Kajian Fiqih Sunnah, bisa datang langsung ke Masjid Pesantren Hidayatullah Karungan, Tarakan Timur, Kota Tarakan. Foto: Fadli

Sabtu, 07 Januari 2017

Ola di Wisata Air Terjun Karungan

Akhir pekan merupakan momen bagi kebanyakan orangtua untuk mengajak Putra/i nya mengisi waklu luang di berbagai tempat yang dianggap menyenangkan. Seperti yang dilakukan Albar Arif melalui akun facebooknya, 8/1/17, ia mengunggah foto putrinya bernama Ola yang sedang berdiri di depan Air Terjun, Wisata Air Terjun Karungan Tarakan.

Ayo siapa lagi yang mau mendapatkan pemandangan bernuansa air terjun seperti fotonya Ola, datang saja ke Wisata Air Terjun Karungan bersama keluarga tercinta dan nikmati nuansa alam yang namyaman dari sejumlah pepohonan yang rimbun dan sejuk. Ingat...!!! Tetap jaga kebersihan lingkungan.

Warga Karungan Juga Aktif Bermedia Sosial?

Hampir setiap harinya Warga Karungan disibukkan dengan rutinitas umum dengan bercocok tanam, menjaga tambak, berdagang dan lainnya. Meski di tengah kesibukannya menjalani rutinitas umum, sejumlah Warga Karungan juga aktif bersosial media sehingga sebagian besar sudah melek media sosial.

Dampak positif yang berkembang di kalangan Warga Karungan yang aktif bermedia sosial salah satunya adalah dengan mudah dan cepat mengetahui informasi terbaru yang tidak didapatkan melalui informasi lisan seperti informasi warga yang meninggal, acara nikahan, perkembangan pembangunan dan lainnya.

Warga Karungan belakangan membentuk satu grup media sosial yang jumlah anggotanya terus bertambah dari waktu ke waktu. Grup tersebut diberi nama Forum Warga Karungan (Forwaka) Tarakan yang bertujuan untuk memudahkan interaksi dalam satu komunitas dunia maya.

Grup media sosial Forwaka Tarakan ke depan akan terus dipertahankan sebagai wadah bagi Warga Karungan untuk  menjalin silaturahmi melalui dunia maya dan bertukar informasi seputar perkembangan Karungan dan perkembangan lainnya di luar Karungan.

Penampakan Sementara Jembatan 14-15 Swadaya

Tekad bulat warga Karungan Atas dan Karungan Bawah untuk membangun Jembatan Penghubung RT.14 dan 15 atau Jembatan 1415 Swadaya menuju Pemakaman mulai menunjukkan hasil yang menggembirakan.

Melalui foto yang diunggah akun Aris Harsono (AH) pada 7/01/2017, kaki jembatan 1415 Swadaya mulai berdiri dan sudah dilepas mal atau penutupnya. Sementara di postingan berikutnya AH mengunggah foto sejumlah waga karungan yang sedang mengerjakan sisi/siring jalan.

Jumat, 06 Januari 2017

Buku Elektronik Bahasa (Duri, Indonesia, Inggris)

Popularitas bahasa duri di tengah masyarakat luas belum begitu dikenal. Jangankan bahasanya, nama sukunya (duri) pun belum begitu populer, beda jauh dengan tetangganya (Tator) yang sama-sama berpusat dari Sulawesi Selatan. 
Terkadang orang lain yang mendengar bahasa duri diucapkan dikira suku Toraja atau Bugis, sementara kedua suku tersebut bahasanya memiliki arti yang berbeda, meski demikian yang memiliki kedekatan dengan Suku Duri adalah Tator. Untuk memasyarakatkan bahasa duri, berikut admin bagi file buku percakapan bahasa duri yang juga diterjemahkan dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.
Buku Elektronik Percakapan Bahasa Duri
Sumber: pencarian di Google, Desember 2016