Direktur Eksekutif Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia (PSHK)
Eryanto Nugroho mengatakan melegalkan suatu komunitas bukan berarti
harus membentuk badan hukum. Menurutnya, perlu tidaknya membentuk badan
hukum sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing komunitas.
“Kebutuhan melegalkan itu sendiri harus dipahami bahwa tidak semua
orang kemudian harus menjadi atau memiliki badan hukum untuk
komunitasnya. Entitas badan hukum itu mestinya dibentuk sesuai
kebutuhannya saja,” katanya dalam sebuah perbincangan dengan easybiz.
Ia menegaskan meski tanpa berbadan hukum pun suatu komunitas apapun
tetap legal karena dijamin oleh konstitusi di Indonesia berdasarkan
UUD1945. “Tidak semua harus menjadi badan hukum, komunitas apapun sudah
legal dan konstitusional karena UUD 1945 menjamin itu,” katanya.
Untuk itu, memilih organisasi yang tepat biasanya didasarkan pada
kebutuhan organisasi atau komunitas itu sendiri. Jika komunitas yang ada
memiliki sifat komersial dan bertujuan untuk mencari keuntungan, ada
baiknya untuk memilih bentuk badan hukum Perseroan Terbatas (PT) ataupun alternatifnya berupa CV atau firma yang tidak berbadan hukum.
Syarat pendirian PT sekarang relatif mudah dan biaya pendirian PT juga terjangkau. Sedangkan untuk badan hukum non profit bisa memilih yayasan atau perkumpulan. Selain pendirian PT dan CV, Easvbiz memberikan layanan pendirian yayasan dan perkumpulan dengan harga yang kompetitif. Sumber: Easybiz
Tidak ada komentar:
Posting Komentar